Pemerintah Desa Tenri Pakkua melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Tenri Pakkua pada Selasa, 30 Juni 2026 ini bertujuan menyusun dan menyepakati usulan program prioritas percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang akan diintegrasikan ke dalam RKP Desa Tahun 2027. Rembuk Stunting merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan desa yang partisipatif untuk memastikan isu kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas pembangunan desa.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Tenri Pakkua, Ketua dan Anggota BPD, Pendamping Desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, TP PKK Desa, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta unsur terkait lainnya yang memiliki peran dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tenri Pakkua menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pencegahan stunting menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar setiap anak memperoleh hak atas kesehatan, gizi yang baik, dan tumbuh kembang yang optimal.
Selama pelaksanaan rembuk, peserta melakukan pembahasan terhadap kondisi kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, serta remaja putri di Desa Tenri Pakkua berdasarkan data yang tersedia. Berbagai permasalahan yang menjadi penyebab risiko stunting diidentifikasi dan didiskusikan secara terbuka untuk menghasilkan solusi yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Hasil rembuk menghasilkan sejumlah usulan prioritas yang akan dimasukkan dalam RKP Desa Tahun Anggaran 2027, antara lain peningkatan pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil berisiko, edukasi gizi keluarga, peningkatan sanitasi dan akses air bersih, penguatan kapasitas kader kesehatan, serta kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Seluruh usulan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui forum ini juga ditegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program sehingga seluruh kegiatan yang telah disepakati dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran.
Pelaksanaan Rembuk Stunting ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Tenri Pakkua dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Hasil kesepakatan rembuk selanjutnya akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan desa melalui RKP Desa Tahun Anggaran 2027 sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan desa pada tahun mendatang.
Kegiatan Rembuk Stunting ini didanai melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen Pemerintah Desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui proses perencanaan pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.