Tenri Pakkua, Kecamatan Lappariaja, Jumat (30/01/2026) — Pagi itu, matahari perlahan terbit di ufuk timur Desa Tenri Pakkua. Embun masih menggantung di dedaunan ketika langkah-langkah warga mulai memenuhi jalan desa. Dengan sapu, parang, dan alat kebersihan di tangan, mereka datang bukan sekadar untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga untuk merawat rasa kebersamaan yang menjadi jantung kehidupan desa.
Gotong Royong yang Menghidupkan Desa
Sejak pukul 06.30 WITA, kegiatan Jumat Bersih resmi dimulai. Pemerintah Desa Tenri Pakkua bersama masyarakat dari berbagai lapisan—perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu PKK, hingga para pelajar—turun langsung ke lapangan. Jalan desa, selokan, halaman fasilitas umum, serta lingkungan sekitar rumah ibadah menjadi fokus utama pembersihan.
Suara sapu yang menyentuh aspal, cangkul yang mengurai tanah, dan tawa ringan warga berpadu menjadi irama kebersamaan. Di balik kesederhanaannya, gotong royong ini menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Membersihkan Lingkungan, Menyentuh Nurani
Kepala Desa Tenri Pakkua, MUHAMMAD SALEH P, SP, M.Si, dalam arahannya menyampaikan bahwa Jumat Bersih bukan hanya kegiatan rutin, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama. “Desa yang bersih mencerminkan warganya yang peduli. Ketika kita membersihkan lingkungan, sejatinya kita juga sedang membersihkan hati dari rasa acuh dan perpecahan,” tuturnya.
Ungkapan itu terasa hidup di lapangan. Para pemuda bahu-membahu mengangkat sampah dari selokan yang tersumbat, sementara ibu-ibu dengan telaten menyapu dan menata lingkungan sekitar. Setiap keringat yang jatuh menjadi saksi lahirnya keikhlasan, setiap senyum yang merekah menjadi tanda hati yang lapang.
Dampak Nyata dan Harapan ke Depan
Hasil dari kegiatan Jumat Bersih terlihat jelas. Lingkungan desa tampak lebih rapi dan bersih, saluran air kembali lancar, serta ruang publik menjadi lebih nyaman dan sehat. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat ikatan sosial antarwarga dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan yang sempat memudar oleh kesibukan masing-masing.
Pemerintah Desa Tenri Pakkua yang diwakili oleh Kepala Desa MUHAMMAD SALEH P, SP, M.Si, Sekretaris Desa RUSDIAMAN, S.Or, serta Ketua BPD FATAHUDDIN berharap kegiatan Jumat Bersih terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya hidup masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian, desa diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Nilai Religius dan Kearifan Lokal Bugis
Semangat Jumat Bersih sejalan dengan nilai religius yang mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman. Dalam perspektif kearifan lokal Bugis, kegiatan ini mencerminkan falsafah “Resopa temmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata”—usaha yang sungguh-sungguh akan mengundang rahmat Tuhan.
Selain itu, nilai sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), dan sipakainge (saling mengingatkan) tampak nyata dalam kebersamaan warga. Gotong royong bukan sekadar kerja bersama, melainkan ikatan batin yang menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.
Penutup
Jumat Bersih pada 30 Januari 2026 bukan sekadar catatan kegiatan, melainkan kisah tentang kepedulian dan cinta terhadap desa. Di bawah langit Tenri Pakkua yang semakin cerah, warga pulang dengan tubuh lelah namun hati yang tenang. Lingkungan telah dibersihkan, kebersamaan diteguhkan, dan harapan kembali ditanam di tanah desa tercinta.
— Redaksi Desa Tenri Pakkua